Example floating
Example floating
PT TIMAH

PT Timah Bantu Petambak Meningkatkan Produktifitas Budidaya Ikan

172
×

PT Timah Bantu Petambak Meningkatkan Produktifitas Budidaya Ikan

Sebarkan artikel ini
Kisah Mahendra: Meningkatkan Produktivitas Budidaya Ikan dengan Dukungan dari PT TIMAH. (Foto timah.com)

BANGKA — Di sudut Desa Batu Rusa, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka, terdapat area budidaya ikan yang cukup luas di mana aktivitas tambak ikan lele dan nila milik Mahendra, mitra PT TIMAH (Persero) Tbk, tidak pernah benar-benar berhenti.

Setiap dua bulan, tambaknya menghasilkan panen yang kini mencapai 3 hingga 5 ton. Prestasi ini tidak datang secara instan, tetapi melalui perjalanan panjang, termasuk dukungan dari PT TIMAH.

Mahendra telah berkecimpung dalam budidaya ikan sejak tahun 2016. Namun, jauh sebelum itu, ia telah mencoba peruntungannya di bidang yang sama sebelum tahun 2000. Saat itu, akses pasar yang terbatas memaksanya untuk berhenti. Kini, situasinya telah berbalik. “Sekarang, pembeli yang datang ke kolam,” katanya baru-baru ini.

Dengan delapan kolam—tujuh kolam berkapasitas 3.000 ekor ikan dan satu kolam besar yang mampu menampung hingga 10.000 ekor ikan—Mahendra menerapkan sistem budidaya bertahap.

Sistem ini memungkinkan penebaran dan panen dilakukan secara berkala setiap dua bulan, memastikan produksi berkelanjutan tanpa jeda panjang.

Dalam setiap siklus panen, hasil dari kolam-kolam ini didistribusikan ke enam pelanggan tetap. Untuk menjaga kelancaran distribusi, Mahendra biasanya memberi tahu pelanggan tentang jadwal panen sekitar satu minggu sebelumnya.

Dalam menjalankan bisnisnya, Mahendra menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam biaya pakan dan manajemen kualitas air. Ia mengakui bahwa budidaya ikan nila membutuhkan perhatian ekstra, karena kondisi air harus dijaga dengan cermat, termasuk kadar pH dan sirkulasi. Karena alasan ini, ia hanya mengelola satu kolam ikan nila, sementara sisanya difokuskan pada ikan lele, yang lebih mudah beradaptasi.

Untuk mengurangi biaya, Mahendra menerapkan strategi pemberian pakan campuran. Pada tahap awal, bibit ikan diberi pakan pelet hingga mencapai usia 3–4 bulan. Setelah itu, ia beralih ke pakan alternatif seperti ikan bernilai rendah.

Baca Juga:  Polisi Amankan Balok Timah Ilegal di Gudang Milik Warga Batu Rusa

“Biayanya jauh lebih rendah. Menggunakan pelet bisa dua kali lebih mahal, tetapi pakan alternatif lebih murah. Hasilnya sama baiknya, dan ikan bahkan bisa tumbuh lebih besar,” jelasnya.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69