Menurutnya, pembangunan sarana pendidikan menjadi langkah penting dalam pengembangan pesantren. Sebelumnya, pihak yayasan juga menghadapi tantangan untuk menyediakan fasilitas pendidikan yang secara khusus mengintegrasikan pendidikan formal dengan program tahfiz Al-Qur’an.
“Alhamdulillah sekarang gedung sudah ada. Tinggal bagaimana kami melengkapi dan mengembangkan ruang kelasnya agar kegiatan pendidikan bisa semakin baik,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan PT TIMAH terhadap pengembangan sarana pendidikan di pesantren tersebut. Dukungan ini diharapkan dapat terus berkembang dan membuka peluang sinergi dalam mendukung pendidikan masyarakat di Belitung.
“Mudah-mudahan ke depannya PT TIMAH bisa semakin bersinergi dalam mendukung pendidikan dan jumlah santri juga semakin bertambah,” katanya.
Lebih jauh, keberadaan Pondok Pesantren Tahfizhul Qur’an Permata Belitung diharapkan dapat menjadi tempat bagi anak-anak di sekitar wilayah Tanjungpandan untuk belajar dan menghafal Al-Qur’an tanpa harus pergi ke daerah lain.
“Tujuan kami mendirikan pesantren tahfiz ini supaya ada penerus-penerus penghafal Al-Qur’an. Anak-anak di sekitar sini juga punya tempat untuk belajar tahfiz Al-Qur’an tanpa harus keluar daerah,” tuturnya. (*)
(Sumber: www.timah.com)







