Example floating
Example floating
HEADLINE

Prediksi Awal Ramadan 2026 Sejumah Negara di Dunia

577
×

Prediksi Awal Ramadan 2026 Sejumah Negara di Dunia

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Ramadan 2026

PERBEDAAN metode penentuan awal bulan kembali berpotensi memecah waktu dimulainya ibadah puasa. Menjelang Ramadhan 1447 Hijriah atau 2026 Masehi, sejumlah negara telah menetapkan, atau setidaknya memprediksi, awal Ramadan dengan hasil yang nyaris seragam: Kamis, 19 Februari 2026.

Dilansir dari detikNews, Senin (16/22026), kalender lunar yang digunakan umat Islam menjadikan awal setiap bulan bergantung pada terlihatnya bulan baru. Metode ini membuka ruang perbedaan antarnegeri, karena penetapan awal bulan dapat didasarkan pada rukyatul hilal lokal, pengamatan global, maupun perhitungan astronomi.

Untuk Ramadan 2026, mayoritas negara Islam dijadwalkan melakukan pengamatan hilal pada Selasa, 17 Februari. Namun, perhitungan astronomi menunjukkan bulan sabit diperkirakan tidak akan terlihat, atau memiliki peluang yang sangat kecil untuk terlihat, di berbagai wilayah pada tanggal tersebut.

Kondisi itu mencakup sejumlah negara di Timur Tengah seperti Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Yordania, dan Mesir. Akibatnya, negara-negara yang mensyaratkan pengamatan hilal terkonfirmasi diperkirakan akan menyempurnakan bulan Syakban menjadi 30 hari.

Dengan demikian, Kamis, 19 Februari 2026, diprediksi menjadi hari pertama Ramadan di banyak negara. Meski begitu, perbedaan kriteria lokal tetap membuka kemungkinan sebagian wilayah memulai puasa sehari lebih awal.

Berikut penetapan dan prediksi awal Ramadan 1447 H di sejumlah negara.

Oman
Oman menjadi negara Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) pertama yang secara resmi mengumumkan awal Ramadan. Pemerintah Oman menetapkan Kamis, 19 Februari, sebagai hari pertama Ramadan berdasarkan perhitungan astronomi yang menunjukkan bulan sabit tidak dapat terlihat pada malam sebelumnya.

Turki
Turki juga menetapkan Kamis, 19 Februari 2026, sebagai awal Ramadhan. Penetapan ini didasarkan pada perhitungan astronomi yang menyimpulkan hilal tidak mungkin terlihat pada waktu pengamatan sebelumnya.

Baca Juga:  PLN UIW Babel Distribusikan Ribuan Paket Daging Kurban Dalam Moment Idul Adha 1447 H

Turki menggunakan data astronomi yang telah dihitung sebelumnya untuk menentukan awal seluruh bulan Hijriah. Bulan lunar baru dimulai jika pada hari ke-29 bulan tersebut dapat terlihat dengan mata telanjang atau teleskop di wilayah yang masih mengalami malam hari.

Kepresidenan Urusan Agama Turki menyatakan hasil perhitungannya menunjukkan hilal tidak mungkin terlihat pada Selasa, 17 Februari, di dunia Arab dan Islam serta Amerika. Hal itu menjadi dasar penetapan Kamis sebagai awal Ramadan.

Singapura
Singapura turut mengonfirmasi Kamis, 19 Februari, sebagai hari pertama Ramadan. Keputusan diambil setelah penilaian astronomi menyingkirkan kemungkinan terlihatnya bulan sabit pada malam pengamatan.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69