JAKARTA (realita.news) – Gubernur Jakarta Pramono Anung menggelar program pemutihan ijazah warga Jakarta yang tertahan di sekolah-sekolah. Alasannya, kata Pramono, warga yang tak mengambil ijazah biasanya terkendala biaya administrasi.
“Biasanya orang yang tidak bisa menebus ijazah ini dari golongan yang tidak mampu. Maka untuk itu saudara-saudara sekalian, saya termasuk yang kemudian untuk ijazah betul-betul meminta Baznas untuk semuanya diputihkan,” kata Pramono saat menghadiri acara Halal Bihalal PWNU di Jakarta Selatan, Minggu lalu.
Pramono mengatakan, saat ini terdapat belasan ribu ijazah warga Jakarta yang masih tertahan di sekolah-sekolah. “Jumlah ijazah yang tertahan banyak banget, belasan ribu,” ujarnya.
Adapun program pemutihan ijazah ini digelar Pemprov bekerja sama dengan Baznas Bazis Jakarta. Pada periode pertama yang saat ini masih berlangsung, Pemprov Jakarta mengalokasikan dana sekitar Rp 500 juta untuk menebus ijazah yang tertahan.
Pramono juga mendorong agar penebusan ijazah ini dilakukan secara berkelanjutan tanpa batas waktu penahanan. “Tapi saya minta ini tidak berhenti sekali saja. Jadi apa pun ijazah yang tertahan, apakah itu di lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan yang dua tahun pun saya minta untuk dibantu,” sambungnya.







