Menurutnya, selama ini sekitar 80 persen produksi timah dari Bangka Belitung tidak tercatat secara resmi dan justru diselundupkan ke luar negeri. “Sejak 1 September saya perintahkan operasi besar di Babel. Hampir 80 persen hasil timah diselundupkan. Jalurnya macam-macam, ada yang lewat kapal, ada yang lewat ferry. Semua kita tutup, sekarang tidak bisa keluar, sampai kapanpun tidak bisa keluar,” tegasnya.
Dengan operasi tersebut, Prabowo memperkirakan negara mampu menyelamatkan potensi kerugian hingga Rp22 triliun dalam empat bulan terakhir tahun 2025. Sementara untuk tahun 2026, diproyeksikan kerugian negara yang bisa ditekan mencapai Rp45 triliun.
(Sumber: cnbc indonesia)







