TANJUNG PANDAN (realita.news) – Dalam rangka memperingati Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) Nasional 2026, pegawai PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Belitung mengikuti sosialisasi dan simulasi tanggap darurat kebakaran di Kantor PLN UP3 Belitung, Jumat (30/1/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung. Ini adalah sebagai bentuk komitmen PLN dalam memperkuat budaya keselamatan kerja serta meningkatkan pemahaman pegawai terhadap bahaya kebakaran dan cara penanganannya secara cepat dan tepat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sosialisasi mengenai potensi bahaya api di lingkungan kerja, jenis-jenis kebakaran, serta pengenalan alat pemadam api ringan (APAR) beserta fungsinya. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai langkah-langkah penggunaan APAR yang benar serta teknik pemadaman api menggunakan peralatan tradisional seperti karung basah sebagai upaya penanganan awal kebakaran.
Manager PLN UP3 Belitung, Megantara Vilanda Setyawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dalam membangun budaya K3 yang kuat di lingkungan kerja PLN.
“Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat, khususnya kebakaran, adalah kompetensi wajib bagi seluruh pegawai PLN. Dengan pemahaman yang baik tentang bahaya api dan cara menggunakan APAR, kami berharap seluruh insan PLN dapat bertindak cepat dan tepat sebelum kondisi darurat semakin membesar,” ujar Megantara.
Ia menambahkan bahwa simulasi ini juga menjadi sarana evaluasi terhadap kesiapan personel dan peralatan keselamatan kerja yang tersedia di lingkungan kantor.
“Melalui kegiatan ini, kami menguji kesiapan pegawai, peralatan APAR, serta koordinasi dengan BPBD. Harapannya, tidak hanya memahami teori, tetapi juga terampil dalam praktik sehingga risiko kecelakaan kerja dapat ditekan seminimal mungkin,” tambahnya.







