“Pertumbuhan industri data center di Indonesia, khususnya berbasis AI, membutuhkan dukungan listrik tidak hanya besar secara kapasitas, tetapi andal dan stabil. Kami memahami bahwa kepastian energi adalah jantung dari infrastruktur digital ini,” kata Adi.
Ia menjelaskan penyaluran listrik untuk fasilitas CGK4 akan dilakukan secara bertahap dalam tiga fase. Pada tahap pertama, kapasitas yang disalurkan mencapai 2 x 150 MVA. Pada tahap kedua meningkat menjadi 2 x 265 MVA dan pada tahap ketiga mencapai kapasitas akhir sebesar 2 x 380 MVA.
Untuk menjaga keandalan pasokan listrik, PLN juga membangun gardu induk (HI) 150 kilovolt di Jatiluhur yang akan menjadi sumber utama pasokan energi bagi kawasan pusat data tersebut. “PLN juga telah menyiapkan dua line bay khusus pada Gardu Induk tersebut untuk melayani kebutuhan kelistrikan Site CGK4 secara optimal,” ujar Adi.
Adi menilai kerja sama antara PLN dan BDx Indonesia memiliki nilai strategis yang lebih besar dibanding sekadar penyediaan energi. Menurutnya, kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi di sektor teknologi tinggi.
Selain memasok listrik untuk fasilitas CGK4 di Jatiluhur, PLN juga dipercaya untuk mengamankan kebutuhan daya bagi fasilitas CGK3A di Cilandak, Jakarta Selatan serta CGK5 di kawasan industri Suryacipta. (**)
(Sumber Investortrust.id)







