“Dengan pendekatan tersebut, pembangunan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, termasuk yang berada di wilayah dengan aksesibilitas terbatas,” ujar Suroso.
General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur menambahkan bahwa tantangan geografis dan aksesibilitas menjadi salah satu perhatian utama dalam pelaksanaan program Lisdes.
Untuk itu, PLN terus mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pencapaian elektrifikasi 128 desa hingga 2026 merupakan hasil dari pekerjaan pembangunan infrastruktur kelistrikan yang dilakukan secara kolaboratif.
“Kami terus memastikan pembangunan jaringan distribusi dan fasilitas pendukung, mulai dari JTM, JTR, hingga gardu distribusi, dapat diselesaikan sesuai kebutuhan masing-masing desa. Infrastruktur ini menjadi fondasi untuk menghadirkan pasokan listrik yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari,” ungkap Roberth.
Melalui program Listrik Desa, PLN terus memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga wilayah pelosok Tanah Papua.
Kehadiran listrik diharapkan dapat mendukung aktivitas masyarakat, memperluas kesempatan belajar, meningkatkan pelayanan kesehatan, serta membuka peluang tumbuhnya kegiatan ekonomi di desa-desa yang sebelumnya belum menikmati akses listrik. (*)
*Narahubung*
Gregorius Adi Trianto
Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN
Tlp. 021 7261122
Faks. 021 7227059
*Sekilas Tentang PLN*
_PT PLN (Persero) merupakan BUMN di bidang ketenagalistrikan yang berkomitmen untuk mewujudkan pertumbuhan, keberlanjutan, dan ketahanan energi nasional melalui penyediaan listrik yang andal dan pelayanan terbaik bagi pelanggan.
PLN juga terus berkontribusi meningkatkan kualitas hidup masyarakat, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membangun masa depan energi yang berkelanjutan di Indonesia._







