JAKARTA – PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit Cilacap terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam penyediaan bahan baku bioavtur Pertamina Sustainable Aviation Fuel (PertaminaSAF) di Kilang Cilacap. Keterlibatan masyarakat ini terlihat dari semakin banyaknya kelompok masyarakat yang menjadi bagian dalam proses pengumpulan minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO).
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun menjelaskan keterlibatan masyarakat ini diimplementasikan melalui program Tanggung Jawab Sosial & Lingkungan di sekitar Kilang Cilacap.
“Hingga saat ini, setidaknya terdapat 4 kelompok mitra binaan yang bergerak di bidang lingkungan dan ikut berperan aktif dalam pengumpulan minyak jelantah,” kata Roberth.
Empat mitra binaan tersebut yakni, Bank Sampah Abhipraya di Kelurahan Kutawaru dan Bank Sampah Cahaya Asri di Kelurahan Tegalkamulyan yang beroperasi sejak Juli 2025, Bank Sampah Beo Asri di Kelurahan Tegalreja yang beroperasi sejak Oktober 2023 dan Komunitas Mom’s Go Green yang beranggotakan istri pekerja dan pekerja perempuan di Kilang Cilacap, yang beroperasi sejak Januari 2024
“Isu lingkungan sudah menjadi perhatian kami sejak lama. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang energi, Pertamina Patra Niaga juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, salah satunya dengan berinovasi melahirkan bahan bakar yang ramah lingkungan seperti Pertamina SAF. Selain itu, program ini akan menumbuhkan sirkular ekonomi bagi masyarakat di sekitar kilang,” ujar Roberth.
Ia menambahkan, peran serta empat mitra binaan tersebut dalam mengumpulkan minyak jelantah untuk produksi Pertamina SAF menjadi simbol keterlibatan masyarakat dalam ekosistem SAF.
Sepanjang 2025 lalu, lebih dari 4.300 liter minyak jelantah yang berhasil dikumpulkan. Rinciannya, Bank Sampah Abhipraya 73 liter, Bank Sampah Cahaya Asri 239 liter, Bank Sampah Beo Asri 1.586 liter dan Komunitas Mom’s Go Green 2.428 liter.






