“Tema ini mengandung makna bahwa seluruh bangsa Indonesia agar terus menggelorakan bela negara dengan berkontribusi secara nyata dalam berbagai aspek kehidupan guna mewujudkan Indonesia maju,” ungkapnya.
Presiden juga mengajak segenap bangsa Indonesia untuk antisipasi, penyelarasan, updating kebijakan pertahanan dan pelaksanaan strategi pertahanan negara yang tepat. Hal tersebut berguna untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam rangka penerapan sistem pertahanan keamanan rakyat semesta (Sishankamrata).
“Sishankamrata merupakan strategi pertahanan negara yang terbaik karena Indonesia memiliki keunggulan dalam jumlah penduduk dan wilayah nusantara yang terluas dalam konteks tersebut, Kementerian Pertahanan telah melaksanakan program Pembinaan Kesadaran Bela Negara. Jadi bela negara bukan hanya milik Kementerian Pertahanan, TNI dan polri, akan tetapi tugas seluruh elemen bangsa Indonesia,” ucapnya. (*)
(Sumber Diskominfo)







