Ia mengimbau warga rutin membersihkan selokan dan mengajak tetangga bergotong royong untuk memastikan saluran air tidak tersumbat.
“Tidak usah menunggu Pak Lurah atau perangkat lingkungan yang membersihkan. Kita bersihkan sendiri selokan di dekat rumah atau ajak tetangga untuk bergotong royong,” ujarnya.
Menurut Dessy, keterlibatan warga diperlukan untuk menjaga kenyamanan permukiman dan mengurangi risiko genangan ketika hujan turun.
Dalam kegiatan yang sama, Dessy mengapresiasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menyalurkan bantuan kepada 100 penerima manfaat dari kalangan kaum dhuafa, marbot masjid, dan guru ngaji.
Ia berharap bantuan tersebut dapat meringankan kebutuhan penerima dan memberikan manfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sebelumnya, Ketua Baznas Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Zulhadi, menyampaikan bahwa pihaknya berencana berkolaborasi dengan Baznas Pangkalpinang untuk memperluas jangkauan bantuan sosial. Kegiatan lanjutan direncanakan berlangsung pada 5 November dengan sasaran masyarakat di seluruh kecamatan di Pangkalpinang.
Pengembangan Taman Mandara dan penyaluran bantuan sosial tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan ruang publik serta memperkuat kepedulian terhadap masyarakat. Namun, rencana penataan kawasan tetap memerlukan kejelasan perencanaan sebelum dapat direalisasikan. (*)







