“Dengan data yang baik, penarikan akan lebih maksimal. Ini tugas kita bersama,” katanya.
Di sisi lain, ia juga menyoroti persoalan kebersihan lingkungan yang dinilai masih menjadi tantangan. Minimnya budaya gotong royong di sejumlah wilayah disebut turut memperparah kondisi tersebut.
“Sampai saat ini, saya menerima laporan terkait lingkungan yang dipenuhi sampah serta kurangnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan kebersihan. Kita jangan hanya mengajak, tapi ikut terlibat dalam gotong royong itu,” sindirnya.
Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya soal fasilitas, melainkan juga budaya hidup bersih. “Kalau budaya hidup bersih tidak ada, percuma. Buang satu sampah saja, tidak sampai satu jam sudah penuh lagi,” katanya.
Sebagai langkah konkret, pemerintah akan mengintensifkan kegiatan kebersihan hingga ke pasar-pasar serta mendorong gotong royong rutin di lingkungan masyarakat.
Saparudin optimistis, jika dilakukan secara konsisten, upaya optimalisasi PAD dan peningkatan budaya hidup bersih dapat berjalan beriringan. “Kalau kita lakukan pelan-pelan tapi terus, saya yakin Pangkalpinang akan menjadi kota yang bersih dan berkeadilan,” tutupnya. (*)







