Sementara, Ketua Mapanbumi DPC Bangka Barat Bestari, mensyukuri atas pembangunan rumah ibadah baru Buddha ini. Sebab, sudah hampir 31 tahun umat Buddha aliran Maitreya sudah menunggu adanya tempat ibadah yang representatif.
“Kita bersyukur dengan adanya pembangunan tempat ibadah ini, karena sejak tahun 1992 umat Buddha sekte Maitreya di Mentok tempat ibadahnya berpindah-pindah. Karena tidak ada tempat ibadah yang tetap, kita pindah dari rumah ke rumah umat kami yang bersedia bangunan rumahnya dijadikan tempat ibadah,” kata Bestari.
Dengan hadirnya Vihara Sempurna Maitreya Mentok, Bestari berharap bisa bekerja sama dengan pemerintah Kabupaten Bangka Barat untuk menjaga kedamaian dalam menjalankan kehidupan sehari-hari.
“Saling ada pengayoman antar sesama agar pembangunan kami ini lancar maksimal. Kalau bicara lahan, ini dihibahkan salah satu umat kita. Untuk luasnya 3.050 meter persegi, tapi untuk bangunan tempat ibadah 438 meter persegi,” ujarnya. ( Red )
Sumber: Diskominfo Bangka Barat.







