Eskalasi antara Israel dan Hizbullah dimulai pada 2 Maret, ketika gerakan Lebanon tersebut kembali melancarkan serangan roket ke wilayah Israel di tengah serangan militer AS dan Israel melawan Iran.
Sebagai tanggapan, Israel melancarkan serangan skala besar ke Lebanon, termasuk ke wilayah selatan negara itu, Lembah Beqaa, dan pinggiran Kota Beirut. Pada 16 Maret, militer Israel secara resmi mengumumkan peluncuran operasi darat di Lebanon selatan.
UNIFIL melaporkan kematian seorang penjaga perdamaian berkebangsaan Indonesia pada 29 Maret setelah sebuah proyektil menghantam salah satu posisinya di Aadchit El Qsair.
Keesokan harinya, misi tersebut mengatakan bahwa dua penjaga perdamaian Indonesia lainnya tewas setelah ledakan yang tidak diketahui asalnya menghancurkan kendaraan mereka di dekat Bani Haiyyan. (*)







