Example floating
Example floating
KAMTIBMAS

Pantauan Tim Satgas Pangan, Beras di Pasaran Babel Aman

853
×

Pantauan Tim Satgas Pangan, Beras di Pasaran Babel Aman

Sebarkan artikel ini
Tim Satgas Pangan Babel memantau ketersediaan, mutu dan harga beras di pasar pasar di Pulau Bangka. (Foto Humas Polda)

PANGKALPINANG (realita.news) – Satuan Tugas Pangan Polda Bangka Belitung bersama Tim Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia mengunjungi Pasar Tradisional dan distributor Beras yang ada di Pulau Bangka.

Kunjungan tim pangan ini bertujuan untuk memantau ketersediaan beras berikut mutu dan harga beras di pasaran dan di distributor beras yang ada dio daerah ini.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Babel Kombes Pol Jojo Sutarjo mengatakan pemantauan ini dilakukan sebagai tindaklanjut dari kegiatan rakor pangan yang diadakan Rabu (22/10/25) lalu.

“Ini hari kedua pemantauan oleh Tim Satgas Polda maupun Pemprov Babel bersama Badan Pangan Nasional dibeberapa pasar maupun distributor yang ada di Pangkalpinang maupun Kabupaten Bangka,” kata Kombes Jojo, Kamis (23/10/25) sore.

Dirreskrimsus Polda Babel ini menyebutkan, dari hasil pantauan secara umum harga beras dipasaran di Bangka Belitung terpantau aman.

Sementara Inspektur Badan Pangan Nasional Muhammad R Imron Rosjidi mengatakan kunjungan ke pasar ataupun distributor ini dilakukan untuk melihat dan memantau sejauh mana harga eceran tertinggi beras yang ada di Babel.

Selain itu, kata Imron, kegiatan ini sekaligus untuk mensosialisasikan dan mengimbau kepada para pedagang agar memperhatikan HET serta mutu kualitas beras.

“Kita berharap harga yang beredar di pasaran merupakan harga yang sesuai ditetapkan oleh pemerintah melalui HET. Yang menguntungkan bagi pedagang dan tidak memberatkan konsumen,” ujarnya.

Dalam kegiatan itu, tim juga melakukan pemeriksaan terhadap label dan mutu beras. “Kita berharap kepatuhan dari semua pihak terkait ketersediaan beras terutama mengenai kelabelan produk beras yang ada di pasaran sesuai dengan ketentuan,”sambungnya.

Imron juga mengungkapkan bahwa masih ada beberapa beras terutama premium ditemukan yang diatas HET. Namun, lanjutnya, secara umum beras dipasaran di Babel sudah sesuai dengan HET.

Kendati demikian, Imron menyebutkan ada faktor penyebab salah satunya karena Bangka Belitung bukan merupakan daerah sentral produksi beras.

“Jadi 80 persen beras di Babel berasal dari luar Pulau sehingga kondisi tersebut sangat bergantung dari pasokan luar daerah baik Pulau Jawa dan Sumatera Selatan. Namun demikian, jika kita lihat kondisinya tidak terlalu tinggi juga dari HET,”ungkapnya.

Selain jajaran Polda Babel, pemantauan ini juga melibatkan , instansi terkait dari Pemprov Babel, Kepala Bulog serta perwakilan BPS Provinsi Babel. (*)

Baca Juga:  Terkait Kewaspadaan Sel Tidur Terorisme, PWNU Babel Apresiasi Dan Berikan Dukungan Pernyataan Kapolri
slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69