Sebelum dealer VinFast dibuka, CEO VinFast Asia Pham Sanh Chau datang ke Makassar bertemu dengan Penjabat Gubernur Sulsel, Prof Fadjry Djufry di Kantor Gubernur Sulsel, Jumat (10/1/2025).
Amb Pham Sanh Chau menyebut, Sulsel sebagai daerah yang pas membangun ekosistem bisnis. “Kota Makassar sangat indah, sehingga kita harus menjaga hal tersebut dan hal tersebut selaras dengan pembangunan ekosistem electric vehicle di Kota Makassar ini,” ujarnya kepada Fadjry.
Fadjry saat itu juga menjabat Kepala Badan Standardisasi Instrumen Pertanian (BSIP) Kementerian Pertanian.
Bos VinFast Asia itu datang dengan didampingi CEO Tiran Group, Rahman Arif. Tiran Group merupakan holding company milik Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian RI sekaligus kakak kandung Andi Amran Sulaiman. Amran juga besan Harsono Muhammad, pemilik showroom mobil HARS di Jl Veteran Selatan.
Satu di antara anak perusahaan Tiran Group adalah Tiran Mining yang mengelola site tambang nikel di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.
Sementara, nikel merupakan komponen utama untuk memproduksi baterai mobil listrik, khususnya baterai lithium-ion seperti NMC (Nickel-Manganese-Cobalt) dan NCA (Nickel-Cobalt-Aluminum). Kepada Fadjry, Rahman menyampaikan jika VinFast berinvestasi mobil listrik di Sulsel.
Harapannya kedepan mobil listrik bisa mendominasi di wilayah Sulsel. “Selain sistem investasinya, juga mengenai ekosistemnya ada berbagai macam seperti taksi, dan berbagai perdagangan lain,” jelasnya mengatakan.
Fadjry saat itu menyampaikan pihaknya menyambut baik jika VinFast ingin berinvestasi di Sulsel. Pemerintah disebutnya harus memberikan kemudahan bagi para investor yang ingin berinvestasi. “Kami sangat terbuka jika ada investor yang ingin berinvestasi. Tentunya ini akan memberikan efek domino terhadap kesejahteraan masyarakat, termasuk membuka lapangan kerja baru,” ujarnya.(*)
(Sumber tribunnews.com)







