Example floating
Example floating
PT TIMAH

MIND ID dan PT TIMAH Mengajak Jurnalis Bangka Belitung Menelusuri Kisah di Balik Kekayaan Mineral Indonesia

275
×

MIND ID dan PT TIMAH Mengajak Jurnalis Bangka Belitung Menelusuri Kisah di Balik Kekayaan Mineral Indonesia

Sebarkan artikel ini
(Foto timah.com)

PANGKALPINANG — MIND ID, bersama PT TIMAH (Persero) Tbk, menggelar  sosialisasi MediaMIND 2026 di Graha Timah, Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (9 September 2026).

Acara sosialisasi MediaMIND 2026 ini dihadiri para jurnalis dari berbagai media di Bangka Belitung serta mahasiswa berbagai perguruan tinggi di daerah ini. Acara tersebut menghadirkan Kepala Divisi CSR PT TIMAH (Persero) Tbk Rahmat Taufik, perwakilan Komunikasi Korporat MIND ID M. Richard, dan jurnalis ANTARA Yusuf Dzul Ikram sebagai pembicara.

MediaMIND merupakan wadah kolaborasi bagi jurnalis, akademisi, pengamat, dan masyarakat umum untuk menyajikan perspektif, analisis, serta kisah inspiratif mengenai pengelolaan sumber daya mineral Indonesia.

Mengusung tema “Dari Bumi untuk Kedaulatan Bangsa,” MediaMIND 2026 mengajak peserta untuk mengeksplorasi kisah tentang bagaimana kekayaan mineral Indonesia dikelola secara bertanggung jawab guna memperkuat industri nasional, mendukung transisi energi, menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kompetisi ini mencakup enam subtema: Ekonomi dan Investasi; ESG & *Green Mining* (Pertambangan Ramah Lingkungan); Hilirisasi; Industrialisasi dan Ketahanan Mineral Indonesia; Kontribusi Sosial bagi Masyarakat; serta Transformasi dan Inovasi.

Dalam acara tersebut, para pembicara membahas berbagai isu strategis terkait industri pertambangan, mulai dari kinerja perusahaan dan kontribusi industri ekstraktif terhadap perekonomian hingga program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), hilirisasi, pengelolaan lingkungan, serta peluang untuk mengeksplorasi isu-isu tersebut melalui karya jurnalistik.

Perwakilan Komunikasi Korporat MIND ID, M. Richard, menyatakan bahwa industri pertambangan saat ini sedang memasuki fase baru yang berpusat pada hilirisasi, yang telah menjadi bagian penting dari peta jalan industri pertambangan Indonesia. Pengelolaan mineral tidak boleh berhenti pada kegiatan penambangan saja, melainkan harus berlanjut melalui pengolahan menjadi produk bernilai tambah lebih tinggi.

Baca Juga:  Puluhan Karyawan Borong Produk Binaan PT Timah di Bazar UMKM

“Fase baru yang sedang kami bangun adalah hilirisasi terintegrasi. Pengembangan industri hilir juga merupakan bagian dari upaya Indonesia untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alamnya sekaligus memperkuat kemampuan teknologi dan industri nasional,” ujarnya.

Oleh karena itu, isu-isu pertambangan menawarkan beragam perspektif untuk liputan jurnalistik. Media dapat mengeksplorasi berbagai aspek industri pertambangan, tidak hanya produksi komoditas tetapi juga transformasi industri, pengolahan hilir, isu lingkungan, ekonomi lokal, serta kontribusi industri terhadap pembangunan.

Sementara itu, dari sisi perkembangan jurnalistik, jurnalis ANTARA Yusuf Dzul Ikram mengatakan bahwa jumlah karya yang dikirimkan ke kompetisi MediaMIND terus meningkat. Pada tahun 2026, tercatat sebanyak 736 karya yang masuk dalam kompetisi tersebut.

“Jumlah karya yang masuk terus bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak orang yang tertarik pada isu pertambangan dari perspektif jurnalistik,” ujarnya.

Ia berharap MediaMIND dapat mendorong terciptanya karya jurnalistik yang tidak hanya informatif, tetapi juga menawarkan perspektif berbeda, liputan yang lebih mendalam, serta beragam cerita mengenai industri pertambangan Indonesia.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69