Kondisi RI diera digitalisasi untuk kedaulatan komplek bangsa dinilai rapuh, karena kedaulatan ekonomi Indonesia yang kaya sumber daya alam sejak dulu hingga kini dilarikan keluar negeri. “Tak ada negara lain yang menolong, hanya kita sendiri yang bisa menolong negara kita sendiri. Negara sulit. Paling sulit itu rakyat, keberpihakan harus ditunjukan moral dan tindakan,” ujar Sjafrie Sjamsuddin.
Indonesia, kata Sjafrie Sjamsuddin, harus bangkit dengan kompak dan solid. “Untuk itu, insan pers penting dan perlu untuk satukan apa yang di kepala dan di hati. PWI jangan berhenti untuk memainkan peran penting bernegara dan bangsa. siapapun harus dihadapi dengan pertahanan yang kuat,” ujarnya.
Karena tanpa pertahanan, negara tidak akan eksis. Selain itu perlu penertiban sistem, perlu dievaluasi karena banyak sub sistem melenceng. “Pengusaha tak pernah ganti, dia hapal tipologi pejabat dan penguasa negara yang dibatasi masa menjabatnya,” ujarnya.
Saat ini untuk menjaga kedaualatan, Presiden dan jajaran pembantunya sudah bertekad untuk menyikat apa pun yang ilegal berkaitan dengan kekayaan alam negara ini.
“Bagi yang punya aktifitas ilegal hentikan, dan ada denda karena perbuatan itu bayar. Pemerintah pasti akan bertindak tegas dalam penegakkan hukum,” ujar Sjafrie disambut tepuk tangan dan koor suara peserta Retret PWI. (*)
(Sumber hariansinggalang.co.id)







