Selama PBL, kata Ismed, mahasiswa akan fokus mengidentifikasi masalah kesehatan keluarga serta melakukan intervensi sesuai kasus yang ditemukan di lapangan. “Keperawatan keluarga nanti akan mengidentifikasi masalah-masalah dan melakukan intervensi berdasarkan kondisi riil di lapangan,” tambahnya.
Selama satu bulan, mahasiswa tidak hanya menambah pengalaman praktis, tetapi juga berkontribusi langsung membantu warga Desa Labuh Air Pandan yang masih menghadapi keterbatasan fasilitas kesehatan.
Bupati Bangka, Fery Insani, dalam sambutannya menyatakan dukungan penuh terhadap program tersebut. “Program praktik belajar lapangan itu penting karena setelah belajar cukup panjang, mereka harus dididik di lapangan sehingga bisa mengaplikasikan ilmunya,” ujarnya.
Program PBL ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat sekaligus mempererat hubungan antara UBB dan desa-desa yang membutuhkan pendampingan kesehatan. (Humas UBB)







