Untuk mendukung kegiatan tersebut, penggalangan donasi telah dilakukan sejak empat hari sebelum puncak acara. Komunitas menggandeng Rumah Zakat dan menggelar layanan cukur rambut dengan sistem pembayaran seikhlasnya. Seluruh hasil kegiatan disalurkan sebagai bantuan bagi warga terdampak banjir, disertai sesi berbagi untuk menghidupkan kembali komunitas yang sempat vakum.
Fanji mengungkapkan, hingga saat ini donasi yang berhasil dihimpun dari internal anggota sekitar Rp16 juta dari target awal Rp18 juta. Sebagian dana digunakan untuk operasional kegiatan dengan tetap mengedepankan prinsip efisiensi dan transparansi.
Penyaluran bantuan dilakukan melalui lembaga zakat yang dinilai memiliki data serta pemahaman kebutuhan masyarakat, dengan pengawasan langsung dari komunitas barber.
Fanji berharap musibah banjir ini menjadi pengingat bagi semua pihak untuk terus menumbuhkan rasa rendah hati dan kepedulian sosial. Ia juga mendoakan agar Sumatera Barat segera pulih.“Di balik cobaan selalu ada harapan. Dengan kebersamaan dan kesabaran, kita yakin masyarakat bisa bangkit dan tersenyum kembali,” tutupnya. (deri)







