“Pada saat itu saya dari Belinyu mau ke kampung Kemuje, Mendo Barat, jemput kawan dulu di Sungailiat. Jadi agak miris buat saya karena hanya satu orang yang melaporkan Pertamina Dex terkontaminasi dengan air. Entahlah,” katanya.
Sebelumnya, Manajer SPBU 24.3321.33 Parit Padang, Ririn, mengatakan tim teknis internal perusahaan sudah melakukan pengecekan. Hasilnya, tidak ditemukan adanya air bebas di dalam tangki pendam SPBU yang dikelolanya tersebut.
Menurutnya, dalam tangki pendam biasanya memang ada endapan yang disebut slug, namun ketinggiannya kurang dari 1 milimeter saja.
Sedangkan jarak aman dari ujung pipa sedot dari dasar tangki pendam itu setinggi 9 Centimeter. Jadi sangat kecil kemungkinan mesin menyedot slug. “Tim teknis internal kita sudah cek, tidak ada air bebas di dalam tangki pendam. Apalagi sampai disebut BBM yang kita jual bercampur air, itu jelas tidak mungkin,” tuturnya, Senin kemarin. (*)
(Sumber kabarbangka.com)







