“Saya pribadi tidak mengkhawatirkan hal ini, karena deflasi ada dua, deflasi negatif yang terjadi karena daya beli. Kemampuan beli konsumen turun, ini yang tidak boleh terjadi, ini rawan, karena akan merugikan konsumen juga produsen. Inflasi tinggi juga bahaya, akan berat di konsumen, kita perlu menjaga keseimbangan agar konsumen senang produsen senang,” jelasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa komponen inflasi ada 3 yakni pada makanan, minuman tembakau; perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; perawatan pribadi dan jasa lainnya. Perkembangan Inflasi Indonesia di tingkat dunia berada di peringkat 10 dari 186 negara di dunia, Mendagri Tito berharap peringkat ini tidak terlalu turun.
Terkait inflasi, Penjabat Sekda Babel mengatakan bahwa inflasi di daerah ini masih dalam kondisi yang terkendali. Pihaknya juga melakukan beberapa langkah untuk mengatasi hal ini, salah satunya dengan melakukan operasi pasar. (*)
(Sumnber Diskominfo)







