Example floating
Example floating
PT TIMAH

Karhutla Ancam Satwa Liar, PT Timah Perkuat Penyelamatan dan Rehabilitasi

195
×

Karhutla Ancam Satwa Liar, PT Timah Perkuat Penyelamatan dan Rehabilitasi

Sebarkan artikel ini
(Foto timah.com)

Akibat kondisi tersebut, satwa itu harus menjalani tindakan amputasi pada bagian tubuh yang sudah tidak dapat diselamatkan. Kondisinya juga membuat satwa tersebut tidak memungkinkan untuk dikembalikan ke habitat alaminya.

Untuk menangani satwa terdampak karhutla, ALOBI bersama para pemangku kepentingan meningkatkan pemantauan dan merespons laporan masyarakat. Satwa yang ditemukan akan dievakuasi untuk mendapatkan penanganan, rehabilitasi, dan selanjutnya dilepasliarkan apabila kondisinya memungkinkan.

Langka menjelaskan, satwa yang masih dalam kondisi baik dan baru dievakuasi dari alam dapat langsung dikembalikan ke habitat yang lebih aman. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga agar insting liar satwa tidak hilang akibat terlalu lama berada dalam proses rehabilitasi.

Kolaborasi bersama PT TIMAH dalam penyelamatan satwa ini telah berlangsung lebih dari tujuh tahun. Menurut Langka, selama periode tersebut kerja sama melalui PPS Alobi telah mendukung pengembalian lebih dari 8.000 ekor satwa ke habitatnya.

“Untuk pusat penyelamatan satwa kita bekerja sama dengan PT TIMAH itu lebih dari tujuh tahun yang lalu. Kita telah sama-sama bersama PT TIMAH mengembalikan lebih dari delapan ribu ekor satwa ke habitatnya,” katanya.

Di tengah kondisi karhutla yang terjadi saat ini, kolaborasi tersebut kembali diperkuat. PPS Alobi Air Jangkang di Kawasan Kampoeng Reklamasi AIr Jangkang PT TIMAH menjadi salah satu tempat untuk menampung dan merehabilitasi satwa yang menjadi korban kebakaran sambil menunggu kondisi lingkungan kembali pulih.

Langka mengatakan pihaknya akan terus berkoordinasi dengan PT TIMAH, BKSDA Sumatera Selatan, serta pemangku kepentingan lainnya untuk menangani satwa liar yang terdampak kebakaran.

“Pada saat ini kita akan lebih fokus menampung semua satwa yang menjadi korban kebakaran untuk direhabilitasi di PPS Alobi Kampung Reklamasi Timah di Jangkang. Kita menunggu musim hujan, sehingga ekosistem diharapkan kembali seperti semula. Setelah itu, kita akan bersama-sama mengembalikan satwa-satwa yang sudah kita rehabilitasi,” ujarnya.

Baca Juga:  Tahun 2025, Mobil Sehat PT Timah Bakal Datangi 48 Titik

Ia menilai dukungan berbagai pihak menjadi penting untuk menjaga keanekaragaman hayati Bangka Belitung, terlebih satwa endemik yang keberadaannya sangat bergantung pada keberlanjutan habitat.

Langka berharap kolaborasi bersama PT TIMAH dapat terus berjalan dalam menjaga kekayaan biodiversitas Bangka Belitung. “PT TIMAH sangat berkontribusi dalam penyelamatan satwa liar Bangka Belitung melalui Alobi Foundation sebagai mitranya. Semoga ke depannya akan terus bersama-sama menjaga kelestarian kekayaan biodiversitas Bangka Belitung,” katanya.

Menurut Langka, upaya penyelamatan satwa bukan hanya tentang menangani dampak setelah bencana terjadi, tetapi juga menjaga agar satwa tetap memiliki ruang hidup yang aman. “Kalau mengutip dari teorinya, kita yang telah merusaknya, tetapi kitalah yang bisa memperbaikinya,” tutupnya. (*)

(Sumber: www.timah.com)

Tinggalkan Balasan

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69