PANGKALPINANG (realita.news) – Duka masih menyelimuti keluarga mendiang Adytiawarman, Rabu (13/8/2025). Adytiawarman merupakan korban pembunuhan, Kamis (7/8/2025) lalu.
Wartawan media online di Pangkalpinang ini dihabisi tukang kebunnya sendiri Hasan Basri alias Abas. Abas tak sendiri, ia dibantu rekannya Martin dalam menghabisi nyawa Adytiawarman, Kamis tanggal 7 Agustus 2025 lalu.
Kedua tersangka yang melarikan diri ke Palembang usai menghabisi Adit, berhasil dibekuk tim jatantras Polda Bangka Belitung yang bekerjasama dengan jajaran Polda Sumsel. Atas keberhasilan itu, Polda Babel menggelar konfrensi pers, Rabu (13/8/2025).
Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Hendro Pandowo didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Muhammad Rivai Arvan, Kabid humas Kombes Pol Fauzan Sukramansyah dalam jumpa pers tersebut.
Pada kesempatan itu, terlihat sanak keluarga mendiang Adytiawarman turut hadir. Mulai dari istri, termasuk empat buah hati mendiang Adytiawarman. Termasuk kakaknya Rudi dan Adiknya Antok.
Isak tangis keluarga pecah ketika kedua tersangka Hasan Basri dan Martin digelandang ke depan meja konfrensi pers. Sesekali dari mereka tampak bersandar dan mengusap air mata.
Kapolda dan Dirreskrimum Polda Babel menyempatkan diri berinteraksi sekaligus mengucapkan belasungkawa kepada keluarga korban. Bahkan, usai konfrensi pers Kapolda beserta jajaran bertandang ke kediaman almarhum di kawasan Air Hitam Pangkalpinang.
Rekan seprofesi Adytiawarman menyempatkan diri mewawancarai istri almarhum. Tak banyak kata yang tercetus. Mereka hanya menuntut keadilan. Bila perlu nyawa dibayar nyawa.
“Kami menuntut keadilan, jadi nyawa harus dibayar nyawa,” kata Novi istri mendiang Adytiawarman. (jmsi/anthoni)
Istri Mendiang Adityawarman Tuntut Keadilan, Novi : Nyawa Dibayar Nyawa







