Menurut Fauzan, dalam operasi ini seluruh jajaran diperintahkan untuk melakukan penegakkan hukum didukung deteksi dini, preemtif dan preventif serta fungsi pendukung lainnya.
Penindakan difokuskan pada berbagai bentuk kejahatan, seperti pemerasan, pemalakan, penganiayaan, penculikan, pengeroyokan, pengancaman, penjambretan, pencopetan hingga mencongkel spion dan menggores mobil serta kebut-kebutan.
“Komitmen kita tegas, sikat dan berantas segala bentuk aktivitas yang berkaitan dengan aksi premanisme ini. Sehingga, Bangka Belitung benar-benar zero dari premanisme,” tegasnya.
Ia juga menambahkan, selain pemberantasan aksi premanisme, Polda Bangka Belitung terus berkomitmen dalam menciptakan situasi kamtibmas di Babel aman dan kondusif serta zero dari aksi geng motor.
“Kita juga sekaligus terus melakukan kegiatan dalam pemberantasan geng motor. Sehingga sejauh ini, Bangka Belitung zero dari geng motor,” pungkasnya. (*)
Sumber Humas Polda







