Keempat, percepatan transformasi digital layanan perbankan harus terus didorong dan terintegrasi dengan sistem pemerintahan daerah.
Optimalisasi SIPD online, penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD), layanan Samsat non-tunai, QRIS, mobile banking, hingga Cash Management System (CMS) dinilai penting untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, serta akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah.
Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dalam forum yang sama menyoroti komposisi penyaluran kredit yang masih didominasi kredit konsumtif. Ia berharap terdapat keseimbangan antara kredit konsumtif dan produktif agar lebih signifikan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
RUPS dilaksanakan sesuai ketentuan perundang-undangan perseroan, melalui pemaparan laporan Direksi dan Komisaris, pembahasan serta persetujuan laporan keuangan Tahun Buku 2025, hingga pengambilan keputusan strategis lainnya.
Melalui forum tersebut, Hidayat Arsani berharap Bank Sumsel Babel semakin memperkuat posisinya sebagai bank daerah yang modern, profesional, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberikan dampak positif yang nyata bagi pembangunan ekonomi Kepulauan Bangka Belitung. (*)
(Sumber Biro Adpim)







