Example floating
Example floating
PEMPROV BABEL

Gubernur Babel Hidayat Arsani Maknai Tradisi Cheng Beng Sebagai Simbol Penghormatan dan Persaudaraan

154
×

Gubernur Babel Hidayat Arsani Maknai Tradisi Cheng Beng Sebagai Simbol Penghormatan dan Persaudaraan

Sebarkan artikel ini

PANGKALPINANG – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung  Hidayat Arsani , menghadiri puncak perayaan Cheng Beng yang digelar di Kawasan Kampung Bintang, Kecamatan Bukit Bintang, Pangkalpinang Sabtu (4/4/2026) malam.

Kehadiran Gubernur Hidayat Arsani yang disambut dengan atraksi Wushu, menjadi bukti dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya serta simbol penghormatan terhadap leluhur.

Gubernur nampak membaur dengan masyarakat dari berbagai latar belakang yang hadir untuk merayakan Festival Kampung Bintang yang diselenggarakan pada tanggal 3-5 April 2026 tersebut.

Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menegaskan bahwa Cheng Beng bukan sekadar tradisi keagamaan atau budaya semata, melainkan memiliki makna untuk menjaga nilai-nilai kehormatan, kebersamaan, dan kepedulian sosial serta menghargai tradisi yang telah ditinggalkan oleh leluhur sebelumnya dan patut untuk kita lestarikan agar tak terlupakan oleh generasi selanjutnya.

“Tradisi Cheng Beng ini yang biasa kita kenal dengan sembahyang kubur sampai saat ini tidak pernah dilupakan. Sanak saudara dari berbagai kalangan, walau sudah tinggal jauh baik itu di luar kota sampai yang tinggal di luar negeri pun semua kembali pulang dan berkumpul untuk menghormati dan mendoakan para leluhur, orang tua dan saudara-saudara yang telah mendahului. Ini adalah cara kita mengenang jasa, doa, dan kasih sayang yang mereka berikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, gubernur menekankan bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Cheng Beng juga menjadi perekat persaudaraan.

Nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Cheng Beng ini mengajarkan tentang pentingnya menghargai sejarah, menjaga silsilah keluarga, serta memelihara rasa bakti dan kehormatan.

Momen ini mengajarkan kita untuk selalu menjaga hubungan baik, saling menghargai, dan mempererat tali silaturahmi antar keluarga dan antar komunitas. Di sinilah letak kekuatan persatuan kita, melalui tradisi ini tidak lain untuk mempersatukan Babel menjadi lebih baik dan dikenal sampai keluar kota,” tambahnya.

Baca Juga:  11 Bulan Dipimpin Hidayat Arsani, Babel Raih 28 Penghargaan Nasional

Ia juga mengapresiasi upaya masyarakat yang terus melestarikan warisan budaya ini dari generasi ke generasi.

Menurutnya, keberagaman tradisi dan budaya di daerah Bangka Belitung ini adalah aset berharga yang harus dijaga dan dirawat bersama.

Untuk diketahui, tradisi Cheng Beng ini merupakan bagian dari untuk memperkuat toleransi. Festival perdana ini yang mengusung tema Festival Kampung Bintang ini menampilkan budaya Tionghoa mulai dari aksi Wushu, aksi barongsai, kolaborasi fashion show antar agama sampai kuliner halal yang dipersembahkan bazar UMKM.

slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69