PANGKALPINANG – Rosman Djohan Institut hingga saat ini terus menggencarkan program kuliah gratis ke universitas di luar negeri untuk generasi muda yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Upaya ini dilakukan agar terciptakan SDM yang berkualitas dan handal sehingga diharapkan nantinya para putra daerah ini dapat menerapkan ilmu yang diperoleh ke daerah dan mengembangkan potensi yang ada di tempat tinggal masing-masing.
Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung periode 2017-2022 , Erzaldi Rosman Djohan, ketika memberikan pengarahan kepada belasan remaja yang hadir di Rosman Djohan Institue dalam rangka orientasi perkenalan tentang program beasiswa yang digagas Rosman Djohan Institute, Sabtu (09/11/2024).
Menurut dia, konsep menempatkan sarjana di desa-desa untuk memaksimalkan potensi ekonomi lokal sesuai dengan produk unggulan dapat membantu perkembangan desa tersebut lebih cepat. Disisi lain, program yang sudah dicanangkan ini nantinya akan memberikan dampak positif, baik itu masyarakat, desa, hingga perguruan tinggi para pelajar itu menuntut ilmu.
“Konsep idealnya mengajak para sarjana kembali ke desa untuk mengembangkan potensi desa. Tapi hal itu juga bisa diterapkan kepada mahasiswa tahun tahun akhir yang akan menyelesaikan pemdidikannya,” katanya.
Jika ini dilakukan, kedua belah pihak akan mendapatkan manfaat, Bagi desa, peluang usaha yang dikembangkan sarjana atau mahasiswayang secara langsung mengaplikasikan ilmunya maka akan tercipta lapangan kerja baru, bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan memperkuat perekonomian lokal.
Sementara bagi mahasiswa itu sendiri, dapat menambah pengalaman langsung di lapangan, meningkatkan keterampilan sosial dan profesional. Dan bagi perguruan tinggi dapat membuktikan kontribusi nyata dalam pembangunan dan memperlihatkan keberadaan perguruan tinggi untuk pengabdian masyarakat.
Sementara itu, Erzaldi juga telah merangkum langkah-langkah strategis untuk mendukung terealisasinya program besar tersebut, diantaranya:
1. Identifikasi Potensi Desa;
Pemetaan Produk Unggulan Desa: Lakukan survei untuk mengidentifikasi produk unggulan atau potensi ekonomi desa (misalnya, kerajinan, hasil pertanian, wisata, atau budaya lokal). Semu dengan dengan mengunakan metode Analisis SWOT: Analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari produk unggulan tersebut.







