PANGKALPINANG — Mencoloknya perbedaan surat suara rusak antara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dengan Pemilihan Walikota/Bupati di Pilkada Bangka Belitung memicu kecurigaan publik terhadap para penyelenggara pesta demokrasi yang berlangsung 5 tahun sekali itu.
Ditambah lagi, adanya keluhan dari warga yang tidak menerima “C6” atau undangan untuk memilih jelang H-1 Pilkada, sehingga membuat kecurigaan masyarakat ini semakin menjadi-jadi. “Bahwa kami menduga berdasarkan temuan dilapangan, sistem acak pada pemilih diduga dikondisikan untuk pemenangan Paslon tertentu,” kata Ketua PEKA Babel, Suwanto Kahir, S.H., M.H kepada awak media, Senin (02/11/2024).







