PANGKALPINANG (realita.news) — Pemerintah Kota Pangkalpinang menyiapkan beberapa langkah antisipasi terjadinya permasalahan ketenagakerjaan di sektor perhotelan terkait dilakukannya efisiensi anggaran di pemerintahan.
Selama ini, salah satu pemasukan utama hotel di Pangkalpinang adalah adanya kegiatan kegiatan pemerintahan yang diadakan di hotel. Namun sejak tiga bulan lalu jarang ada kegiatan kegiatan tersebut.
“Kita masih ada melakukan kegiatan pemerintahan di hotel tapi jumlahnya sangat kita batasi. Ini dilakukan karena kita harus memikirkan pihak swasta yang salah satunya adalah hotel. Bisnis hotel ini melibatkan banyak pihak karena di sana juga ada restoran yang pemasoknya bahan makanan adalah masyarakat umum,” kata Sekretaris Kota Pangkalpinang Mie Go.
Sekda Pangkalpinang mengatakan hal tersebut saat ditemui usai menghadiri rilis dan konferensi pers yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Pangkalpinang, di ruang rapat BPS Selasa, 8 April 2025.
Dalam bisnis perhotelan itu, kata Mie Go, selain karyawan juga terlibat masyarakat umum karenanya Pemkot Pangkalpinang berusaha mencari cara bagaimana wisatawan dari berkunjung dan lalu menginap di Pangkalpinang. “Kita dengan melibatkan pihak swasta akan mengelar even even wisata yang menarik minat orang luar datang berkunjung ke Pangkalpinang,” jelasnya.
300 Karyawan Hotel Dirumahkan







