“Kita akan lebih meningkatkan komunikasi dengan Direktorat Lalulintas Polda Babel untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Fery Afriyanto.
Ia juga menambahkan, bahwa potensi dari seluruh rangkaian kegiatan operasional tambang dapat dioptimalkan baik perekebunan maupun perindustrian untuk menaikkan PAD daerah. Selain itu, terkait Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), masih ada data yang belum teroganisir dengan baik, karenanya perlu untuk terus selalu diawasi dan dimonitor, sehingga Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor (PPKB) dapat berjalan dengan optimal.
“Kita ingin mengoptimalkan serta memaksimalkan potensi dari seluruh rangkaian kegiatan operasional tambang, baik perkebunan maupun perindustrian, tentunya dari sektor pertambangan, di mana PT Timah yang melaksanakan kewajibannya dalam membayar Pajak Air Permukaan (PAP), yang menjadi harapan besar untuk menaikkan PAD daerah kita saat ini, serta mohon bantuannya untuk terus selalu diawasi dan dimonitor terkait data Pajak Kendaraan Bermotor (PKB), sehingga Pemungutan Pajak Kendaraan Bermotor dapat berjalan dengan optimal,” imbuhnya.
Target 200 Miliar Rupiah
Menyikapi kurangnya anggaran Pemerintah Bangka Belitung sebanyak Rp271 miliar, setelah mendengarkan paparan dari masing masing pihak terkait yang memiliki peluang untuk meningkatkan PAD Bangka Belitung, Ketua DPRD Didit Srigusjaya menargetkan adanya kenaikan PAD tahun ini sebanyak Rp200 miliar.
“Saya yakin ini bisa kita lakukan karena semuanya sudah tergambar dari apa yang disampaikan para peserta rapat seperti Dir Ops PT Timah, Pertamina, Ditlantas Polda dan Pemprov Babel melalui Badan Keuangan Daerahnya. Tinggal lagi, kita mengawasinya apalah akan dijalankan atau tidak terlebih kepada UPTD Badan Keuangan Daerah,” kata Didit lagi.
Menurutnya, sumber utama dari pemasukan seebesar Rp200 miliar itu adalah adanya kenaikan royalti timah yang jumlahnya mencapai Rp100 miliar lebih dalam tahun ini. Dari pajak kendaraan, seperti disampaikan Sekda Babel akan dilakukan mutasi kendaraan kendaraan pengangkut sawit dan memaksimalkan penarikan pakaj yang tertunggak. Bisa jadi akan melakukan pemutihan atau cara lainnya.
Pihak pertamina pun, kata Ketua DPRD, seperti diungkapkan GM Pertamina Pangkalbalam terdapat banyak upaya yang bisa dimaksimalkan. :Kita yakin, pendapatan sebanyak 200 miliar rupiah itu bisa kita dapatkan,” kata Didit. (rea)







