PANGKALPINANG (realita.news) – Ketua Komisi IV DPRD Babel, Heryawandi mendesak PT Berkah Trijaya Indonesia (BTI) dan PT Qerja Manfaat Bangsa untuk menyelesaikan dugaan pelanggaran dan intimidasi terhadap pekerja PT XL Axiata.
Pernyataan tegas ini disampaikan Heryawandi menjawab pertanyaan wartawan usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Banmus DPRD Babel, Rabu (12/11/2025). Rapat ini membahas keluhan pekerja yang merasa haknya direnggut. Mulai dari adanya dugaan intimidasi dan pelanggaran hak, termasuk kompensasi yang belum terpenuhi oleh mitra XL Axiata.
Heryawandi menekankan bahwa isu ini bukanlah rumit, melainkan hanya memerlukan verifikasi data. “Tadi kita sepakat memberikan ruang waktu seminggu, karena sebenarnya persoalan ini tidak terlalu rumit. Tinggal penelaahan terkait data dan jumlah yang harus diberikan,” ujarnya.
Politisi Partai Golkar ini juga menyoroti tanggung jawab pemerintah dalam perlindungan buruh, khususnya Dinas Tenaga Kerja yang dinilai belum memahami kasus secara utuh.
“Disnaker Pangkalpinang maupun Babel memang belum memahami secara utuh persoalan ini. Tapi disepakati bahwa tuntutannya hanya terkait kompensasi. Ini bukan kesalahan pekerja ketika mereka menuntut, karena hak-hak pekerja harus kita lindungi,” tambahnya.
Aspek administratif juga menjadi sorotan, mengingat kedua perusahaan berbasis di luar daerah, sementara kemitraan dengan XL Axiata menambah kompleksitas.
“Kita juga perlu melihat kedudukan perusahaan ini, karena ternyata berasal dari luar semua. Begitu juga hubungan kemitraannya dengan XL. Tapi yang jelas, tuntutan pekerja disepakati akan dipenuhi oleh perusahaan dalam waktu singkat,” jelas Heryawandi.
Di sisi lain, pihak perusahaan menunjukkan sikap kooperatif. Asep, Manager PT BTI, menegaskan komitmen memenuhi kewajiban.
“Tuntutan teman-teman itu sebenarnya sudah dibayarkan. Kalau memang itu hak mereka, tentu menjadi kewajiban kami. Kami juga akan cek berdasarkan data dan menelusuri dugaan aan intimidasi oleh pihak XL,” ungkap Asep.
Ia juga mengaku baru mengetahui dugaan ucapan tidak pantas dari pihak XL. “Saya baru tahu tadi ada pihak XL yang sampai melontarkan kata-kata seperti itu. Makanya saya dan tim akan menelusuri dulu, seperti apa sebenarnya sehingga bisa keluar kata-kata seperti itu,” tukasnya, menjanjikan investigasi internal.(*)







