PANGKALPINANG (realita.news) – Wakil Ketua I DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Eddy Iskandar, menggelar rapat terkait persoalan Gas LPG 3 kg bersama Biro Ekonomi dan Pembangunan serta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di ruang kerjanya, Senin (10/2).
Ditemui usai mengikuti rapat anggaran di Ruang Badan Anggaran, Eddy Iskandar membenarkan dirinya menggelar rapat bersama stake holder terkait. Menurutnya, ada beberapa hal yang dibahas, salah satunya terkait LPG 3 kilogram.
“LPG 3 kilogram ini kan barang subsidi pemerintah. Pertama, kita ingin memastikan ketersediaannya di Bangka Belitung itu cukup, sehingga tidak terjadi antrian, tidak terjadi kelangkaan. itu yang kita bahas dengan pihak pemerintah daerah,” ungkapnya.
Kemudian yang kedua, Eddy Iskandar juga membahas tentang fungsi pengawasan yang ada di pemerintah daerah terutama di Dinas Perindustrian dan Perdagangan, terkait dengan peredaran barang-barang bersubsidi termasuk LPG. “Kita ingin dilakukan pengawasan agar tidak terjadi penyelewengan atau penyalahgunaan, apakah itu dioplos? Apakah diperoleh orang-orang yang tidak berhak seperti usaha-usaha besar,” katanyya.
Selain itu, katanya, pengawasan juga perlu dilakukan terhadap berat tabung itu, isi gasnya yang diserahkan ke masyarakat jangan sampai berkurang dari yang seharusnya 3 kilogram. Jadi beberapa hal itu, tindak lanjutnya ini sedang dibahas.







