Example floating
Example floating
HEADLINEUBB

Dosen Prodi Perikanan Tangkap UBB Ubah Limbah Cangkang Kerang Jadi Atraktor Ikan

537
×

Dosen Prodi Perikanan Tangkap UBB Ubah Limbah Cangkang Kerang Jadi Atraktor Ikan

Sebarkan artikel ini
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen Program Studi Perikanan Tangkap Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung yang memanfaatkan limbah cangkang kerang ini diminati masyarakat Desa Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah.

BANGKA TENGAH (realita.news) – Dosen Program Studi Perikanan Tangkap Fakultas Pertanian Perikanan dan Kelautan Universitas Bangka Belitung (UBB) menggelar Pengabdian kepada Masyarakat Tingkat Jurusan (PMTJ) 2025 di Desa Tanjung Gunung, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, pada 25–26 Juli 2025.

Kegiatan pengabdian masyarakat yang mengusung tema ‘Pemanfaatan Limbah Cangkang Kerang sebagai Atraktor Ikan” ini melibatkan empat dosen Prodi Perikanan Tangkap yang masing masingnya Agung Priyambada sebagai ketua tim dengan anggota Zerli Selvika, Apriliyani Harahap, dan Susi Watina Simanjuntak.

Menurut Agung Priyambada, dipilihkan Desa Tanjung Gunung sebagai lokasi pengabdian masyarakat karena desa ini memiliki potensi perikanan tangkap dan wisata Bahari yang cukup bagus. Namun masih belum terkelola dengan baik termasuk persoalan lingkungan.

“Di desa itu banyak ditemukan limbah cangkang kerang yang menumpuk dari aktivitas pengolahan hasil laut yang selama ini dibuang di sekitar pesisir dan pemukiman sehingga memicu pencemaran lingkungan,” kata Agung.

Melihat kondisi itu, tambahnya, tim dosen UBB merancang program pemanfaatan limbah cangkang kerang sebagai bahan pembuatan atraktor ikan yang ramah lingkungan. “Teknologi sederhana ini diharapkan dapat membantu masyarakat mengatasi limbah sekaligus meningkatkan produktivitas perikanan,” ujar Agung Priyambada.

Kegiatan pengabdian diawali dengan sosialisasi dan dilanjutkan proses pembuatan atraktor di rumah salah satu anggota Pokdarwis. Sosialisasi ini dihadiri oleh nelayan setempat, tokoh masyarakat, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), serta Perangkat Desa.

Kepala Desa Tanjung Gunung yang diwakili Ketua Pokdarwis Muhammad Khotib menyampaikan dukungan terkait kegiatan pengabdian dosen Prodi Perikanan Tangkap Universitas Bangka Belitung.

Nelayan terlihat antusias berdiskusi, menyampaikan ide lokasi pemasangan atraktor, dan berharap teknologi ini mampu meningkatkan hasil tangkapan. “Diskusi ini penting untuk menyatukan ilmu akademik dengan pengalaman lapangan nelayan. Dengan begitu, program ini dapat berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” kata Agung lagi.

Pembuatan atraktor cangkang kerang dirangkai menyerupai peramid, kemudian pada 4 sisi tiang dirangkai kawat untuk dimasukan cangkang kerang sebagai atraktor ikan. Jumlah atraktor cangkang kerang yang dibuat sebanyak 12 unit.

Pada hari Sabtu tanggal 26 Juli 2025, tim UBB bersama nelayan, anggota Pokdarwis, dan mahasiswa menurunkan atraktor cangkang kerang di perairan sekitar Desa Tanjung Gunung. Lokasi pemasangan dipilih secara partisipatif agar tidak mengganggu jalur pelayaran nelayan maupun alat tangkap tradisional.

Proses pemasangan dilakukan secara gotong royong, mulai dari pengangkutan hingga penempatan di titik yang telah disepakati. Pelibatan masyarakat ini bukan hanya untuk efektivitas pelaksanaan, tetapi juga untuk memastikan masyarakat mampu melanjutkan pembuatan atraktor secara mandiri di masa depan.

Ketua Pokdarwis Tanjung Udang mengapresiasi kegiatan Pengabdian Dosen Perikanan Tangkap UBB. Diharapkan kegiatan ini mampu mendukung pengembangan ekowisata berbasis laut di Desa Tanjung Gunung. Wisata mancing, wisata edukasi, hingga konservasi berbasis komunitas dinilai bisa menjadi sumber pendapatan tambahan bagi masyarakat pesisir.

Melalui program ini, limbah cangkang kerang yang sebelumnya dianggap tidak bernilai kini dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat secara ekologis dan ekonomis. Program PMTJ ini sekaligus menjadi bukti komitmen UBB dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi, khususnya di bidang pengabdian masyarakat.

“Harapannya, atraktor ikan yang dipasang bisa dimanfaatkan secara berkelanjutan. Masyarakat dapat merasakan langsung manfaatnya, baik dari sisi lingkungan, produktivitas perikanan, maupun pengembangan wisata lokal,” tutur Agung Priyambada. (*)

Baca Juga:  Alumni Program Pemali Boarding School PT Timah Berbagi Kisah Inspiratif Hingga Sukses
slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69