Ia menekankan bahwa dalam kehidupan, setiap orang, apa pun status dan latar belakangnya, harus memiliki nilai dan prinsip yang kuat. Menurutnya, nilai diri itulah yang akan menjaga seseorang dari sikap meremehkan dan pelecehan, sekaligus menjadikan hidup lebih bermakna.
“Satu hal yang harus kita utamakan, kita harus punya nilai. Agar kita tidak dilecehkan orang, dan yang terpenting, kita harus bermanfaat bagi orang lain,” tegasnya, disambut anggukan dan tepuk tangan para santri.
Didit juga menyampaikan optimismenya bahwa dari pesantren-pesantren seperti Al Muhajirin akan lahir generasi hebat yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan akhlak. Ia berharap ke depan semakin banyak santri dan santriwati yang mampu berkontribusi nyata bagi daerah, bangsa, dan umat.
Sementara itu, pihak pengurus Pondok Pesantren Al Muhajirin menyampaikan apresiasi atas kehadiran Ketua DPRD Babel beserta rombongan. Mereka berharap melalui momentum reses ini, pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih, khususnya terkait bantuan sarana dan prasarana penunjang kegiatan pendidikan di pesantren. (*)







