Ketua Asosiasi Karyawan Timah (IKT), Riki Febriansyah, menyatakan bahwa pekerja adalah kekuatan utama perusahaan sekaligus mitra strategis.
Ia menekankan pentingnya solidaritas antara pekerja dan manajemen dalam menciptakan hubungan industrial yang harmonis, meningkatkan kesejahteraan karyawan, dan memastikan keberlanjutan perusahaan.
“Tidak ada perusahaan tanpa pekerja, dan tidak ada pekerja tanpa perusahaan. Keduanya harus bergerak maju bersama,” katanya.
Menurutnya, hubungan antara serikat pekerja dan manajemen di PT TIMAH saat ini menunjukkan tren positif dan semakin harmonis. Komunikasi telah menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai dinamika yang muncul di lapangan.
IKT juga mendorong optimalisasi Lembaga Kerja Sama Bipartit (LKS Bipartit) sebagai forum komunikasi rutin antara manajemen dan pekerja. Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai saluran penyampaian aspirasi, tetapi juga sebagai platform untuk mendukung peningkatan tata kelola perusahaan.
Demikian pula, Ketua Serikat Pekerja Timah (PKT), Ahmad Tarmizi, mencatat bahwa hubungan harmonis ini merupakan fondasi penting untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan perusahaan dan kesejahteraan karyawan.
“Kesejahteraan karyawan tidak dapat dipisahkan dari kinerja perusahaan. Oleh karena itu, kami juga mendukung pencapaian target perusahaan agar manfaatnya dapat dibagi bersama,” katanya.
“Baik manajemen maupun serikat pekerja sepakat bahwa harmoni ini harus terus dijaga melalui kepercayaan, transparansi, dan komitmen bersama untuk meningkatkan kesejahteraan karyawan,” pungkasnya. (***)
(Sumber www.timah.com)






