Dampak juga meluas pada layanan dasar. Tercatat 86 rumah ibadah, 22 fasilitas kesehatan, 16 kantor, dan 156 sekolah mengalami kerusakan.
Di sektor sosial ekonomi, kerusakan lahan pertanian cukup besar. Sawah terdampak seluas 3.793 hektare, lahan 3.124 hektare, kebun 323 hektare, serta kolam budidaya seluas 10.486 hektare. Kerusakan pada prasarana vital meliputi 14 ruas jalan dan 46 jembatan yang mengalami kerusakan.
Sekdaprov Sumbar, Arry Yuswandi, mengatakan Pemprov terus memperbarui data untuk memastikan seluruh penanganan dilakukan tepat sasaran. “Kami pastikan proses pendataan berjalan akurat agar penanganan dan distribusi bantuan sesuai kebutuhan warga di seluruh wilayah terdampak,” ujar Arry Yuswandi.
Ia menegaskan pendataan menjadi dasar penting dalam menentukan arah kebijakan pemulihan. “Data ini menjadi acuan utama untuk percepatan pemulihan dan penanggulangan,” kata Arry Yuswandi. (*)







