Menurutnya, kesempatan memperoleh pendidikan tinggi dapat membuka jalan bagi generasi muda desa untuk meraih masa depan yang lebih baik sekaligus menjadi kebanggaan keluarga dan masyarakat.
“Kami berharap ada program beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu, khususnya untuk melanjutkan pendidikan hingga tingkat kuliah. Kami ingin anak-anak di desa juga memiliki kesempatan yang sama untuk meraih pendidikan yang lebih tinggi,” ungkapnya.
KWT Lanjut Lestari yang mengolah udang rebon untuk memproduksi terasi dengan brand ‘Belacan Cinta’ telah merasakan dampak dari program yang dilaksanakan bersama PT TIMAH.
Ketua KWT Lanjut Lestari, Susilawati menceritakan KWT mereka terbentuk berkat dukungan dari PT TIMAH. Kelompok mereka juga merupakan binaan dari Pokdakan Tuah Bersatu yang merupakan binaan PT TIMAH.
Susilawati mengatakan, keberadaan program pemberdayaan dari PT TIMAH telah membawa perubahan signifikan bagi kelompoknya terutama dalam pengembangan ekonomi kelompok perempuan.
“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Awalnya kami tidak tahu cara membuat belacan, tapi setelah diberikan pelatihan, sekarang kami sudah bisa memproduksi sendiri,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Ia menjelaskan, potensi udang rebon di wilayah mereka menjadi peluang yang kemudian dikembangkan secara berkelanjutan menjadi produk bernilai ekonomi. Sebelumnya, hasil tangkapan rebon belum diolah secara optimal.
“Di tempat kami banyak potensi udang rebon. Dari situ kami dibina PT TIMAH bersama Pokdakan untuk mengolahnya menjadi terasi. Sekarang sudah jadi produk yang bisa dijual,” katanya.
Tak hanya memberikan pelatihan, PT TIMAH juga mendukung sarana dan prasarana produksi. Mulai dari pembangunan rumah produksi, bantuan alat, hingga mesin untuk pembuatan terasi.
“Dukungan dari PT TIMAH sangat besar, mulai dari alat produksi, mesin, sampai dibangunkan tempat produksi. Kami benar-benar didukung penuh,” ungkap Susilawati. (*)
Sumber: www.timah.com







