Dalam uraiannya, Kepala BPS Pangkalpinang menyebutkan kelompok penyumbang utama andil inflasi (m-to-m) Maret 2025 ialah tarif listrik inflasi 2,20, ikan tenggiri 0,08, mie kering instant 0,07, bawang merah 0,06, sigaret kretek mesin 0,27, kopi bubuk 0,29, angkutan udara 0,019 minyak goreng 0,16. Sementara itu deflasi angkutan udara -0,017, bayam -0,08 kangkung -0,05 , cabai merah -0,05, beras -0,39, ikan kerisi -0,07 cabai merah -0,07.
“Komoditas listrik dengan inflasi sebesar 92.34 persen memberikan andil inflasi sebesar 2,20 persen yang disebabkan tarif diskon listrik yang sebelumnya terjadi. Komoditas ikan tenggiri dengan inflasi 18,83 persen memberikan andil inflasi sebesar 0,08 persen disebabkan kondisi cuaca yang mempengaruhi hasil tangkapan laut. Sementara komoditas Mie Kering Instant dengan inflasi sebesar 12,4 persen memberikan andil inflasi 0,07 persen,” ungkap Dewi.
Lebih lanjut, Dewi menyebutkan dalam PDRB Tahunan, angka pertumbuhan ekonomi adalah membandingkan perkembangan PDRB atas dasar harga konstan (ADHK) tahun dengan tahun sebelumnya. Klasifikasi PDRB lapangan usaha triwulan Kabupaten/Kota sektor primer mencakup pertanian kehutanan dan perikanan, pertambangan dan penggalian. Sektor sekunder mencakup industri pengolahan, pengadaan listrik dan gas, pengadaan air dan pengelolaan sampah dan kontruksi, sektor tersier mencakupi perdagangan, transportasi, dan pergudangan, penyediaan akomodasi makan dan minum, jasa lain-lainya.

Menanggapi penyampaian BPS Kota Pangkalpinang, Sekda Mie Go mengucapkan terima kasih kepada BPS karena selalu rutin mengundang Pemkot Pangkalpinang ketika merilis berita resmi statistik. “Dengan keberadaan kami di sini maka rilis yang disampaikan ini langsung bisa dicerna menjadi tolak ukur dan acuan bagi Pemkot Pangkalpinang menentukan kebijakan dan langkah langkah strategis berkenaan pengendalian inflasi,” ungkap Mie Go.
Lebih lanjut, kata Mie Go mengingatkan efisiensi jangan dijadikan penyebab, tetapi karena adanya efisiensi ini menjadikan kita untuk kreatif dalam menumbuhkan perekonomian Kota Pangkalpinang. “Oleh karena itu kerjasama pemerintah, swasta dan masyarakat harus senantiasa ditingkatkan. Pada prinsipnya mari kita sama-sama meningkatkan perekonomian,” kata Mie Go. (Adv)







