PANGKALPINANG (realita.news) – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menemukan kekurangan volume atau kelebihan bayar atas 12 paket proyek belanja modal pada lima Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Pemkot Pangkalpinang, senilai Rp1,6 miliar lebih.
Lima SKPD tersebut meliputi Dinas Kesehatan, Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan Perdagangan, RSUD Depati Hamzah dan Dinas Pariwisata.
Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK RI Perwakilan Provinsi Bangka Belitung terhadap Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD), Pemerintah Kota Pangkalpinang menyajikan anggaran Belanja Gedung dan Bangunan pad realisasi anggaran (LRA) audited 2024 senilai Rp 49,755.779.148,00 dengan realisasi senilai Rp49.400.007.494,70 atau 99,28 persen dari anggaran.
Realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan tahun 2024 turun senilai Rp 21.348.848.311,00 atau sebesar 30,18 persen dari realisasi tahun 2023 senilai Rp 70.748.855.806,00.
Hasil pemeriksaan secara uji petik atas realisasi Belanja Modal Gedung dan Bangunan pada lima SKPD yaitu, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan Perdagangan, RSUS-DH dan Dinas Pariwisata menunjukkan terdapat kelebihan pembayaran senilai Rp1.657.546.000,00.
Adapun 12 paket proyek gedung dan bangunan sebagai berikut:
1. Puskesmas Selindung oleh CV.CJM dengan nilai kontrak Rp 7.970.594.300 kekurangan volume tercatat Rp4.34.933.000,00.
2. Pembangunan Puskesmas Pangkalbalam oleh CV. CA dengan nilai kontrak sebesar Rp 7.956.519.339,49, kekurangan volume sebesar Rp 485.344.000,00.
3. Pembangunan Puskesmas Air Itam dan belanja pembangunan atau rehabilitasi penambahan ruang oleh CV. PUK dengan nilai kontrak Rp7.923.445.214,00, kekurangan volume sebesar Rp 334.420.000,00.
4. Pembangunan Puskesmas Pembantu oleh CV.CA dengan nilai kontrak Rp 895.798.524,00 dengan kekurangan volume Rp 12.635.000,00.
5. Pembangunan ruang kelas baru (RKAB) SDN 36 Pangkalpinang beserta perabotnya (DAK SD TA 2024) oleh CV. BGL senilai Rp 1.052.958.750,00, kekurangan volume sebesar Rp 55.604.000,00.
6. Pembangunan ruang kelas baru SDN 21 Pangkalpinang oleh CV. PJS senilai Rp 706.138.413,00 mengalami nilai kekurangan volume sebesar Rp 49.748.000,00.
7. Belanja modal bangunan industri atau revitalisasi sentra IKM/Pembangunan sentra produksi oleh CV.LJ dengan nilai kontrak Rp 5.347.879.000,00 mengalami kekurangan volume senilai Rp 65.017.000,00.
8. Proyek persiapan pembangunan rumah produksi pangan bersama, penyedia CV. BGL nilai kontrak Rp 893.115.000,00, nilai kekurangan volume sebesar Rp38.930.000,00.
9. Proyek belanja modal bangunan industri atau persiapan pembangunan rumah produksi pangan bersama, penyedia CV.BGL dengan nilai kontrak Rp495.984.000,00 nilai kekurangan volume Rp16.469.000,00.







