Selain itu, Safriati juga ingin organisasi wanita yang ada, dapat menyelenggarakan kegiatan sesuai dengan bidangnya masing-masing. Misalnya untuk ibu-ibu dari institusi Polri atau Kejaksaan bisa memberikan edukasi terkait hukum, peraturan lalu lintas, atau edukasi pencegahan kekerasan dalam rumah tangga, bentuk perlindungan hukum bagi korban KDRT, dan lain sebagainya.
“Dengan begitu kita harap bisa memberikan multiplier efect yang lebih besar bagi masyarakat. Ibu-ibu bisa memanfaatkan background masing-masing,” pungkasnya.
Usai memberikan sambutan, Safriati beserta peserta pertemuan melanjutkan untuk mengikuti pelatihan ecoprint di Rooftop Museum Cual Ishadi. Kegiatan pelatihan ini diikuti kurang lebih 40 orang ibu-ibu yang tergabung dalam berbagai organisasi wanita di Kep. Babel. (Lisia)
Sumber Diskominfo







