“Perkuat koordinasi dan komunikasi untuk mengatasi bencana terutama yang pertama sekali untuk korban, keselamatan mereka prioritas utama,” ucap Syaifullah menirukan kalimat Gubernur Mahyeldi.
Terkait berapa lama dapur umum akan di buka, Syaifullah belum dapat memastikan. Alasannya, karena hingga Jumat siang, hujan masih belum berhenti, sehingga potensi air kembali naik masih ada. Itu menyebabkan warga di pengungsian belum bisa kembali ke rumah.
“Selama kondisi masih seperti ini, tentu konsumsi mereka perlu tetap kita pikirkan,” jelas Syaifullah.
Hingga saat ini, seluruh pihak masih berfokus terhadap proses evakuasi. Sehingga belum ada data pasti berapa jumlah korban dan kerugian yang ditimbulkan akibat dari musibah banjir ini. (rn/adpsb/busan)
Sumber beritaminang.com







