Dalam ekspedisi tersebut, ulas Endang, tim akan menukarkan uang sebanyak Rp 3 miliar di lima titik. Sekaligus menarik uang lusuh dan tak layak edar. Untuk yang masih layak edar akan diedarkan kembali.
“Kalau untuk Mentawai biasanya 80 persen uang lusuh kita racik kembali. Kurang lebih 10 miliar dalam tiga hari kita racik kembali kemudian kita ganti dengan uang yang baru,” jelasnya.
Adang juga menyebut, kegiatan pengedaran uang bekerja sama dengan TNI AL ke daerah 3 T ini dapat penghargaan internasional sebagai kegiatan terbaik. Rupiah juga merupakan desain yang terbaik sedunia, mengalahkan US$ dan Euro.
Komandan Lantamal II Padang, Laksamana Pertama Syufenri mengatakan, wilayah Indonesia yang luas dan banyaknya sebaran pulau-pulau terluar dan terpencil menjadi tantangan tensendiri untuk menjaga keutuhan NKRI. Uang rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan bangsa yang harus dijaga sebagai wujud nyata bela negara.
KRI Cakalang sendiri, lanjutnya, akan mengawal pengiriman uang selama sepekan, mulai 19-25 April. Tidak hanya mengantar, namun juga membawa kembali ke Padang.
“Perjalanan dari Padang menuju Kepulauan Mentawai ditempuh 5 sampai 6 jam. Kita kawal mulai dari pengantaran sampai ke titik-titik pulau terluar,” ucapnya.
Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi (Setdaprov) Sumbar Arry Yuswandi dalam sambutannya mewakili Gubernur Sumbar mengatakan, peredaran uang rupiah di Mentawai membantu percepatan pembangunan dan peningkatan ekonomi masyarakat.
“Sebelumnya masyarakat di sana masih memakai sistem barter karena peredaran uang rupiah terbatas. Mudah-mudahan ke depan, pengedaran uang rupiah ke Mentawai terus berambah,” harapnya. (eni)
Sumber padekjawapos







