“Jangan banyak pasien di rumah sakit ini karena tidak baik, negara yang sehat adalah rumah sakitnya kosong, sebaliknya jika negara tidak sehat maka rumah sakitnya penuh,” pungkasnya.
Di kesempatan yang sama, Direktur RSJD dr. Samsi Jacobalis, dr. Ria Agustine juga mengungkapkan pentingnya SIHAWA ini untuk menepis stigma sosial di masyarakat yang menghambat yaitu selama ini belum tersedianya screening yang mudah dan cepat untuk masyarakat luas serta masyarakat yang cenderung melakukan diagnosa mandiri yang masih kurang tepat.
“Maka kami berinisiatif untuk memunculkan suatu terobosan dengan inovasi yang kami beri nama SIHAWA yang merupakan kloning dari sistem screening kesehatan jiwa,” jelasnya.
SIHAWA juga mampu mengidentifikasi gangguan jiwa sejak awal, seperti gangguan kecemasan, depresi, psikotic dan lainnya. SIHAWA dapat diakses melalui perangkat digital serta untuk kecepatan, keamanan dan perlindungan privasi pengguna terintegrasi langsung dengan layanan sekretariat RSJD dr. Samsi Jacobalis. (*)
Sumber Diskominfo







