Menurut Alwi, dukungan publik Istora menjadi sumber energi tambahan sepanjang turnamen. Semakin padatnya penonton dari hari ke hari membuat motivasinya terus terjaga hingga laga final.
“Saya merasa penonton semakin ramai, atmosfer semakin bagus, dan itu membuat tenaga saya seperti tidak ada habisnya. Meski kondisi fisik mungkin tidak 100 persen, ambisi dan semangat saya selalu penuh,” kata dia.
Gelar juara Indonesia Masters 2026 juga menjadi momentum refleksi bagi Alwi atas perjalanan panjang yang telah ia lewati. Ia menyebut pencapaian itu tak lepas dari dukungan banyak pihak, mulai keluarga hingga pelatih.
“Alhamdulillah, saya bisa berada di sini atas izin Allah. Banyak perjuangan, rasa sakit, darah, dan air mata yang saya lalui. Terima kasih kepada pelatih saya, teman-teman, psikolog, PBSI, dan seluruh tim pendukung. Gelar ini saya persembahkan terutama untuk kedua orang tua saya,” ujar Alwi. (*)







