Example floating
Example floating
BANGKA SELATANHEADLINE

Pemkab Basel Fokus Penanganan Masalah Stunting

307
×

Pemkab Basel Fokus Penanganan Masalah Stunting

Sebarkan artikel ini

TOBOALI (realita,news) – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan menggelar Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting dan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2024 di Ruang Rapat Gunung Namak, Senin (27/5/24).

Turut hadir unsur Forkopimda Kabupaten Bangka Selatan, Pj.Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Haris Setiawan, S.Pi., M.T, Kepala OPD di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, perwakilan Bank Sumsel Babel, Camat, Kades dan tamu undangan.

Ketua Tim TPPS Kabupaten Bangka Selatan Debby Vita Dewi, S.E., M.M dalam sambutannya yang dibacakan Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka Selatan Haris Setiawan, S.Pi., M.T menyampaikan bahwa stunting ini termasuk urusan kesehatan yang esensial.

Menurutnya, stunting berdampak jangka panjang bagi generasi masa depan negara dan daerah, maka untuk penanganannya juga perlu melibatkan banyak pihak dan banyak aspek secara berkelanjutan. Seperti aspek kesehatan, aspek keluarga, maupun aspek perilaku.

“Intervensi terhadap percepatan penurunan stunting perlu dilakukan dengan intervensi spesifik dan terpadu dari semua stakeholder yang ada di daerah ini,” katanya.

Penangganan stunting perlu komitmen dari semua. Mulai dari pemerintah, masyarakat, pihak swasta, organisasi non pemerintah, dunia usaha, dunia kerja, penguruan tinggi, serta pihak-pihak lainnya. “Tanpa adanya komitmen, bisa dipastikan kegiatan kita hanya sebatas semboyan tapi miskin gerakan,” ujarnya.

Sekda Haris mengingatkan, target nasional mengalami perubahan target Prevalensi Stunting Nasional dan Provinsi Tahun 2025 dan 2045 sebesar 18,8 persen. Sedangkan prevalensi stunting untuk Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2045 diharapkan sebesar 5,5 persen, untuk tingkat Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2023 sebesar 20,6 persen.

“Target Provinsi Kepualuan Bangka Belitung untuk Tahun 2025 sebesar 18,3% sedangkan Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2023 adalah sebesar 20,4% jadi dengan perubahan target nasional ini bukan suatu hal yang mustahil bahwa Kabupaten Bangka Selatan bisa mencapai target nasional pada tahun ini,” jelas Haris.

Kemudian, Haris mengatakan pada momen rakor ini dirinya ingin mendengar dan mengetahui apa saja aksi yang sudah, sedang dan akan dilaksanakan dalam upaya penanganan sunting di Kabupaten Bangka Selatan dari seluruh perangkat daerah maupun stakeholder lainnya.

Hal ini perlu dipastikan agar masalah yang ada terutama terkait anggaran maka perlu dipertimbangkan untuk dalam penyusunan Anggaran APBD-Perubahan 2024 maupun APBD 2025, kegiatan yang sifatnya tidak penting agar dihapus dan diganti dengan program dukungan komitmen pananganan stunting,” ungkapnya.

“Pimpinan daerah ingin penurunan stunting di Kabupaten Bangka Selatan harus menunjukkan perubahan dan tidak ingin di tahun 2024 justru kasus stunting di Kabupaten Bangka Selatan jalan ditempat atau bahkan semakin meningkat,” ujarnya lagi.

“Kepada Tim Percepatan Penurunan Stunting tingkat kabupaten, kecamatan, kelurahan dan desa, saya tegaskan sejak dini susun strategi dan sinergi agar semua lini bergerak cepat dalam penanganan penurunan stunting ini.

Terkhusus untuk 3 desa (Desa Kumbung, Desa Tanjung Sangkar dan Desa Bedengung) dari 2 kecamatan (Kecamatan Lepar dan Payung) yang menjadi locus penanganan penurunan stunting kita Tahun 2024 ini.

Selanjutnya rangkaian acara dilanjutkan dengan penandatanganan Komitmen Tembuk Stunting Tingkat Kabupaten Bangka Selatan Tahun 2024. (*)

Sumber Diskominfo

Baca Juga:  Sapu Bersih Suara Menteri dan Senat, Ibrahim Kembali Pimpin UBB
slot777 https://www.olx69.us.com/ https://olx69.uk.com/ olx69 olx69 olx69