BELITUNG — PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel berencana meningkatkan pasokan bahan bakar minyak atau BBM ke Pulau Belitung hingga 300 kiloliter per hari selama masa pemulihan stok. Langkah itu merupakan respons atas permohonan Wakil Ketua DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Edi Nasapta.
Rencana tersebut tertuang dalam surat Pertamina bernomor 182/PPNEG0000/2026-S9 tertanggal 24 September 2026. Penyaluran dari Fuel Terminal Tanjung Pandan dijadwalkan berada pada kisaran 280–300 kiloliter per hari selama 20–30 September 2026.
Pertamina menyebut volume tersebut meningkat sekitar 6–13 persen dibandingkan rata-rata realisasi penyaluran harian pada 1–18 September 2026.
Edi sebelumnya mengirimkan surat permohonan penambahan pasokan darurat pada 21 September 2026. Permintaan itu disampaikan di tengah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum atau SPBU di Belitung.
Edi mengapresiasi respons Pertamina. Namun, dia meminta penambahan pasokan segera terlihat dalam pelayanan kepada masyarakat.
“Masyarakat membutuhkan kepastian BBM tersedia di SPBU dan antrean segera terurai. Karena itu, realisasi pasokan dan pelayanan di lapangan akan terus kami kawal,” ujar Edi, Kamis (24/9/2026).
Dalam surat tersebut, Pertamina melaporkan pembongkaran pasokan pada 20, 22, dan 23 September. Kapal OB Royal 1 yang membawa Pertamax dan Pertalite dijadwalkan tiba pada 25 September. Adapun SPOB Seagul 201 dijadwalkan menyusul pada 27 September.
Kedatangan kedua kapal tersebut masih bergantung pada kondisi cuaca dan pasang surut.







