PANGKALPINANG – Satu lagi inovasi dimunculkan PT PLN (Persero). Perusahaan negara kini tengah mengembangkan pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) abu sisa pembakaran pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) menjadi bahan campuran pupuk.
Inovasi ini dikembangkan karena FABA membantu menetralkan pH tanah yang asam dan memperbaiki struktur fisik tanah. Selain itu, memiliki kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, silika yang berfungsi menambah unsur hara tanah.
“FABA bermanfaat untuk kesubuhan lahan sehingga hasil pertanian akan bagus guna mendukung ketahanan pangan nasional,” kata Rizal Calvary Marimbo, Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero) kepada wartawan di Komplek PT PLN Nusantara Power Services Unit PLTU 3 Babel di Air Anyir Bangka, Kamis (13/8/2026).
Rizal Calvary Marimbo mengatakan hal ini saat mendampingi Ketua Komisi XII DPRD RI Bambang Patijaya yang berkunjung ke PLN UIW Babel. “Upaya yang telah dilakukan PLN UIW Babel ini akan dijadikan sebagai percontohan untuk juga dikembangkan di PLTU lainnya,” ujarnya yang didampingi GM PLN UIW Babel, Ira Savitri.
Menurut pejabat yang berlatar belakang wartawan ini, potensi FABA yang dihasilkan pembangkit PLN di Bangka Belitung mencapai sekitar 165 ribu ton per tahun. Jumlah tersebut menjadi peluang besar untuk dikembangkan menjadi komoditas yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Artinya ini peluang yang besar sekali bagi masyarakat sekitar untuk menikmati FABA menjadi sebuah komoditas yang bernilai tinggi,” ujarnya.
Rizal menjelaskan produksi FABA PLN secara nasional mencapai sekitar tiga juta metrik ton per tahun. Sementara apabila seluruh PLTU di luar PLN turut diperhitungkan, potensi FABA di Indonesia diperkirakan mencapai 13 juta hingga 20 juta ton per tahun.







