PANGKALPINANG — Gangguan operasional di Pelabuhan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, mulai berdampak terhadap kelancaran distribusi barang menuju Pulau Belitung.
Menyikapi kondisi tersebut, DPRD Kepulauan Bangka Belitung meminta penanganan dilakukan secepat mungkin agar aktivitas logistik tidak semakin terganggu dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.
Wakil Ketua III DPRD Kepulauan Bangka Belitung, Edi Nasapta, mengatakan pihaknya bersama pemerintah daerah akan segera turun ke lapangan untuk meninjau kondisi pelabuhan sekaligus memanggil seluruh pihak terkait guna mencari solusi atas kendala yang terjadi.
“Dengan kawan-kawan juga Pak Bupati tadi kita segerakan akan meninjau, segera memanggil pihak-pihak terkait, dan segera mengantisipasi serta mempercepat supaya bisa dipakai kembali,” ujar Edi, Selasa (30/6/2026).
Menurut Edi, Pelabuhan Sadai memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung distribusi barang dari Bangka menuju Belitung.
Politisi Partai NasDem yang mewakili Daerah Pemilihan Belitung itu mengatakan, jalur penyeberangan Tanjung Ru–Sadai selama ini menjadi salah satu urat nadi distribusi logistik antarpulau.
“Kalau seperti itu pasti pengaruh. Karena memang benar seperti kata Pak Gubernur tadi, arus barang itu memang mengandalkan Tanjung Ru–Sadai,” katanya.
Edi menjelaskan, jalur penyeberangan untuk penumpang dan distribusi barang memiliki fungsi yang berbeda.
Menurutnya, meski angkutan penumpang lebih banyak dilayani melalui Pelabuhan Pangkalbalam dengan kapal cepat, distribusi logistik menuju Belitung masih sangat bergantung pada Pelabuhan Sadai.
“Kalau arus orang memang Pangkalbalam banyak karena ada Express Bahari. Tapi kalau arus barang, khususnya untuk Belitung, itu Tanjung Ru–Sadai,” jelasnya.
Terkait pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas pelabuhan, Edi mengatakan DPRD akan lebih dulu melakukan pengecekan bersama instansi terkait, termasuk Kementerian Perhubungan dan pengelola pelabuhan.
“Makanya nanti kita akan cross-check lapangan semuanya, langsung melakukan percepatan,” ujarnya.
Selain mendorong percepatan perbaikan, DPRD Babel juga membuka peluang memberikan dukungan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) apabila mekanisme dan regulasi memungkinkan.
“Kalau memang dimungkinkan, kita akan intervensi pakai dana APBD kita dan lain sebagainya. InsyaAllah,” ungkapnya.
Ia berharap seluruh proses penanganan dapat dilakukan secepat mungkin agar aktivitas distribusi barang kembali normal dan tidak menimbulkan dampak yang lebih luas terhadap masyarakat maupun dunia usaha.
“Pokoknya dipercepat semuanya,” tegas Edi.
Sebelumnya, Pelabuhan Sadai mengalami kerusakan pada fasilitas Moveable Bridge (Ramp MB) atau jembatan bergerak yang menghubungkan dermaga dengan kapal.
Kerusakan terjadi saat proses pemuatan kapal rute Sadai–Tanjung Gading, sehingga aktivitas operasional pelabuhan terganggu dan berdampak pada kelancaran distribusi logistik menuju Pulau Belitung. (Rea)







