PANGKALPINANG — Tuntutan masyarakat penambang di Bangka Belitung agar PT Timah menaikan harga timah sejalan dengan mulai mahalnya harga timah di pasar dunia mendapat respon yang cepat dari DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).
Hal ini setidaknya terungkap dari apa yang disampaikan Ketua DPRD Babel Didit Sri Gusjaya. Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan pihaknya terus mengupayakan pertemuan dengan petinggi PT Timah Tbk guna mencari solusi bagi masyarakat penambang.
Ditemui usai memimpin rapat Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel pada Jumat (27/2/2026), Didit mengungkapkan bahwa pertemuan yang seharusnya berlangsung Kamis kemarin terpaksa tertunda. Hal ini dikarenakan seluruh jajaran direksi BUMN tersebut sedang berada di Jakarta, untuk memenuhi panggilan induk holding industri pertambangan, MIND ID.
“Dirut PT Timah mengajak pertemuan kita itu hari Selasa, tapi saya minta itu diakomodir hari Kamis kemarin, ternyata semua petinggi-petinggi PT Timah itu berada di Jakarta dipanggil MIND ID,” ujar Didit menjelaskan alasan penjadwalan ulang tersebut.
Didit menaruh harapan besar agar pertemuan yang kini dijadwalkan pada Senin mendatang dapat menghasilkan terobosan nyata. Ia menyoroti adanya ketimpangan antara kenaikan harga timah dunia dengan apa yang diterima para penambang yang beroperasi di wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah.







